*CHALENGE 3 : ENTECAVIR
Basyir memulai pekerjaan barunya di sebuah perusahaan logistic
bagian Delivery, di hari pertamanya bekerja dia mendapat tugas mengantar barang
impor dari luar negeri, awalnya dia tak tahu apa isi dari 150 kardus polos yang
dia angkut ke dalam mobil box sampai seorang pegawai gudang bertindak ceroboh,
dia menumpuk sepuluh kardus polos itu jadi satu hingga sisi bagian panjang dari
kardus paling bawah jadi reot dan akhirnya tumpukan itu runtuh berantakan, ada salah satu kardus yang terbuka dan ternyata
berisi semacam obat berbentuk tablet yang namanya agak lucu untuk dibaca
“Entecavir” (Perhatikan Gambar Kardus di Atas)
Basyir dan seorang Driver mengantar
Entecavir dalam mobil boxnya ke sebuah rumah mewah di daerah Citraland
surabaya, begitu berada di depan gerbang, basyir melihat sebuah rumah mewah,
bukan gudang, ada seorang pembantu cantik membukakan gerbang dan mempersilahkan
mereka masuk, dan benar dugaan mereka memang si pemesan tidak punya gudang, akhirnya
si pemesan meminta semua Entecavir yang mereka kirim agar di taruh di sebelah
kolam ikan Koi, tepatnya di badukan tepi kolam, badukan itu hanya sebuah bidang
selebar tiga puluh senti, dengan panjang hanya semeter, tembok di salah satu
sisi dan kolam koi di sisi lainnya, Basyir berfikir kalau kardus barangnya
ambruk bisa mabok Entecavir tuh ikan sekolam, nah... bagaimana caranya ya
basyir menata kardus-kardus Entecavir? Silahkan komentar dibawah ini
Caranya adalah dengan menggunakan metode shuffel
layer 10 tumpukan dengan kuncian 15, dari cerita diatas tergambarkan bahwa jika
diata 10 tumpukan maka kardus entecavir jadi reot, dalam dunia pergudangan penataan barang
dengan menggunakan shuffel layer
terbuktimampu menjaga tumpukan agar tidak runtuh meskipun diatata pada
batas maksimal tumpukan, hal ini disebabkan karena layer akan saling mengunci
satu sama lain sehingga mengurangi beban gravitasi yang tertumpu pada layer
paling bawah, berikut gambar penataannya.
