*CHALENGE
1 : EL DUNGU
GAMBAR
DIATAS KALIAN COBLOS PAS PEMILU YA..
Beberapa
waktu yang lalu saya mendapat kesempatan mengikuti nonton bareng premier Film
'Bad Time At The El Royale' yang diadakan grup pecinta film Thriller dan
Misteri di Jakarta, saya datang bersama teman saya yang berinisial EL. Saya
mengajak EL nonton karena kasihan padanya yang terlalu pesimis pada kondisi
bangsa, sangking parahnya teman saya itu menyatakan lebih memilih Nurhardi-Aldo
daripada memilih capres-cawapres
yang terdaftar di KPU.
Saya berharap dengan menonton film holywood otaknya
tidak terlalu tegang karena yang boleh tegang hanya anu saja. Saat saya
menyebut judul film itu dia sangat antusias pengen nonton, karena dia sempat
nonton thrillernya di youtube dan dia sangat suka dengan akting Brad Pitt.
Waktu itu saya hanya gubrak dalam hati saja karena memang teman saya itu
menganggap kalau Chris Hemsworth mirip sama Brad Pitt.
Setelah nonton film itu bukannya heppy dia malah
menjadi makin nyinyir, dia berkata seperti ini : "Kok miris ya negeri ini,
di El Royale, penginapan unik dan elegan yang berada pas di perbatasan
California dan Nevada harga sewa kamar cuman 8 dolar, dan harga secangkir kopi
cuman 25 sen, jika di kurs-kan dengan nilai rupiah 15 ribu/dollar saja maka
permalam nginap di El Royale cuman 120 ribu, dan harga secangkir kopi cuman 3 ribuan,
klo di indonesia pernah tahu paling murah semalam 150 ribu, itupun sangat
alakadarnya dan jauh dari kata penginapan,lebih mirip kamar kost kosan. Kalau
sekelas El Royale di indonesia mungkin minimal 300 ribuan semalam, dan kopi
secangkir bisa dijual 5000an lebih. Murah di amerika ya ternyata.. Negara kita
emang diambang kehancuran, saatnya kita ganti sistem pemerintahan kita bung,
bagaimana menurutmu?"
“Bener sih, film itu memang dibikin serealistis
mungkin sob... dan ketimpangan harga yang kau sampaikan itu beneran miris...
tapi.............”
(Lanjutkan kalimat yang diucapkan tokoh saya setelah kata “tapi....” dengan kalimat bantahan yang tepat di kolom komentar.)
“Tapi kamu lupa kalau setting film itu mengambil
tahun akhir 1960-an.Tentu saja perbedaan harganya timpang jauh El, di tahun itu
dengan lima ribu rupiah kamu sudah bisabeli tanah 10x10 meter... ” El terdiam
malu lalu pergi begitu saja tanpa banyak berkata.
