CHALENGE KEJUTAN : TUMBAL TOMBAK BROJOMUSTI - Riddle Story Indonesia
News Update
Loading...

Senin, 01 Juli 2019

CHALENGE KEJUTAN : TUMBAL TOMBAK BROJOMUSTI

CHALENGE KEJUTAN : TUMBAL TOMBAK BROJOMUSTI


Maker : Yudo NugrohoMuhammad Ediyanto BasyirSerdadu Nebes

*CHALENGE KEJUTAN
JUDUL : TUMBAL TOMBAK BROJOMUSTI

“Di dunia ini mungkin anda sudah tahu pusaka legendaris yang terbuat dari batu meteor, seperti Pedang Tentetsutou, Belati Bertuah milik Firaun Tutankhamun, Belati Raja Jahangir, Pedang James Sowerby, dan dari nusantara ada Keris Sakti Kanjeng Kyai Pamor yang ditempa Empu Brojoguna dari kerikil meteor yang jatuh di Prambanan pada masa pemerintahan Pakubuwono. Tapi mungkin anda belum tahu bahwa bukan hanya Empu Brojoguna yang memusakakan batu langit itu. Separuh Kerikil Meteor yang menghujam tanah jawa itu direnggut diam-diam oleh Empu Brojomusti, Sang Empu yang tersingkir dari Keraton karena telah membunuh salah satu abdi dalem. Dengan segenap dendam kesumatnya Empu Brojomusti menempa pusaka maut berupa mata tombak haus darah yang dirasuki Yoni Nogo Bumi yang bisa menyerang siapapun, dimanapun, kapanpun sekehendak sang Empu. Pada malam satu suro sang empu menjajal mata tombak maut yang mampu dengan mudah menyerang dan merenggut nyawa para pengawal keraton. Sepak terjang tombak kematian itu akhirnya dapat dihentikan oleh Keris Sakti Kanjeng Kyai Pamor yang sama-sama terbuat dari batu langit.Empu Brojomusti akhirnya ditangkap dan diasingkan dan dipasung di sebuah gubuk di tengah hutan, konon mata tombak itu ditancapkan pada kayu pasungan dan tiap kali mata tombak itu haus darah, tombak itu melayang dan menancapkan ujungnya ke tubuh Empu Brojomusti, begitu terus berulang hingga sang Empu Mati. Ki Sentot, dialah yang babat alas daerah ini dan menemukan gubuk tua yang di dalamnya ada kerangka manusia terpasung, dan di ubun-ubun kerangka manusia itu tertancap sebuah mata tombak usang, sejak saat itulah desa ini dinamakan Desa Pasungan, dan tombak itu disimpan di kamar pusaka di atas bukit surowiti.” Saya dan Iptu Mulyono terdiam sejenak dan saling pandang menunggu siapa yang akan bertanya duluan pada kang Slamet, cucu Ki Sentot.

“Lalu mengapa Ki Sentot bersemedi di dalam kamarnya? Bukan di ruang pusaka itu? Bukankah biasanya seorang kuncen jika bersemedi di ruang pusaka?” tanya Iptu Mulyono.

“Karena Takut, beberapa tahun belakangan ini semenjak kedatangan Ustadz Kholiq, warga desa telah banyak yang meninggalkan Tradisi, hanya tinggal beberapa orang seperti Pak Minarto yang jualan Sosis mentah di ujung desa, Mbah Tun yang angon wedus di pekarangan pak Darto, dan beberapa orang lagi termasuk saya, pokoknya tidak sampek selusin, Ki Sentot beberapa bulan ini bermimpi kalau Tombak Brojomusti Marah dan minta tumbal karena warga desa sudah tak menghormatinya, tapi apa daya kami yang kini jadi minoritas.”

“Baiklah, kami akan hubungi anda jika ada temuan.” Saya dan Iptu Mulyono berpamitan meninggalkan desa pasungan yang beberapa hari yang lalu geger karena Ki Sentot seorang kuncen pusaka tewas dalam kamarnya dengan luka seperti tusukan benda tajam pada mulutnya hingga hampir tembus ke belakang leher. Anehnya tidak ditemukan satupun senjata tajam di ruangan itu, bahkan pintu satu-satunya akses masuk ke ruangan itu diblokade oleh palang kayu yang dipaku dari dalam, sisanya mulai dinding hingga atap semua dari beton cor-coran, hampir mustahil pembunuh kabur kecuali bisa menembus dinding, petunjuk yang ada sangat minim, diantaranya seperti ada bekas bekam di punggung korban, menurut pengakuan kang slamnet, memang tiga hari sebelum korban ditemukan meninggal korban mengundang ustadz kholiq, meski bersebrangan keyakinan, Ki Sentot mengakui pengobatan ala arab terbukti manjur, setelah bertemu dengan Ustadz kholiq Ki Sentot berpamitan ingin bersemedi untuk meredam amarah Tombak Brojomusti, karena dua hari tak keluar kamar, sang cucu khawatir dan mengecek beliau di kamarnya, namun kamar tersebut terkunci cucunya yang bernama Slamet makin curiga setelah mencium bau tak sedap dari kamar itu hingga akhirnya minta bantuan tetangga untuk mendobrak pintu kamar dan saat itulah Ki Sentot ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi yang mengenaskan. Yang membuat geger adalah setelah kematian Ki Sentot, Warga Ketakutan dan meminta Ustadz Kholiq untuk melindungi mereka dari amukan pusaka Tombak Brojomusti, dengan segenap keberanian dan tawakal, Ustadz Kholiq pergi ke ruang pusaka, namun kunci ruangan pusaka itu tidak ada karena disita polisi sebagai barang bukti karena kunci tersebut berada di kantong celana Ki Sentot. Kunci duplikat juga sukar dibuat karena kunci ruang pusaka itu unik, bikinan belanda dan sulit di duplikasi. Akhirnya Ustadz Kholiq mendobrak ruangan itu dan menemukan mata tombak itu telah menancap tegak di lantai. Tombak itu berlumuran darah, melihat kondisi itu Ustadz Kholiq melarang warga mendekat, beliau memanggil polisi untuk memeriksa pusaka itu, dan hasil mencengangkan yang di dapat. Darah yang berlumuran pada pusaka itu adalah darah Ki Sentot. Seisi Desa makin ketakutan. Aku yang meliput kasus itu langsung merekomendasikan pada kapolsek setempat untuk menghubungi IPTU Mulyono yang sudah aku saksikan sendiri Kehandalannya dalam menangani kasus kasus misterius.

IPTU Mulyono meminta IPTU Bambang selaku Kapolsek Pasungan untuk memanggil Ustadz Kholiq Basalamah, dan menurut feelingku pasti IPTU Mulyono telah memecahkan misteri kasus ini.

(Pecahkan Kasus Ini di kolom komentar tanpa melihat jawaban Asli, jika sudah silahkan cek jawaban Anda dengan jawaban Asli)



Dengan kondisi TKP yang tertutup beton dan satu-satunya pintu akses terpaku dari dalam, maka kesimpulan logisnya adalah Ki Sentot bunuh diri. Bagaimana caranya? Dengan cara memakai mata tombak dari es yang dibuat dengan cara mencampur serat kapas dengan air lalu membekukan campuran itu, selanjutnya es tersebut diasah sampai tajam, karena ada campuran serat kapas, es menjadi kuat dan sanggup menancap ke mulut ki sentot layaknya mata tombak sungguhan, Ki sentot membuat tombak es tersebut dengan bantuan pengikutnya yang berjualan sosis mentah, penjual sosis mentah termasuk kategori pedagang frozen food yang butuh lemari pendingin untuk menympan frozen food, setelah dibekam, ki sentot mengambil darahnya dan menyimpannya lalu melumurkannya pada mata tombak, setelah melumurkan dan menancapkannya di lantai, dia mengurung diri dan memaku kamar dari dalam, lalu bunuh diri dengan tombak es yang dia tancapkan ke mulutnya, setelah dua hari es mencair dan hanya menyisakan kapas pada mulut ki sentot. Motif dia melakukan hal tersebut adalah agar warga kembali mensakralkan tombak brojomusti yang mulai ditinggalkan.

Comments


EmoticonEmoticon

PENGUMUMAN
Setiap sabtu dan minggu, reward pulsa untuk pengirim postingan #SangPujangga terbaik
Done