“Tiada
bencana di langit maupun di bumi yang menimpa suatu kaum kecuali telah tertulis
sebagai takdir. Jadi kuatkanlah dirimu Rakyatku!!”
Itulah kalimat penutup pidato Sultan Basyir XXX yang
disampaikan dalam acara malam doa bersama untuk keselamatan negeri Al-Tajr yang
tadi subuh diguncang gempa 6.9 SR, banyak penduduk negeri itu yang menjadi
korban, namun bagi sang sultan tiada waktu untuk meratap karena yang harus
dilakukan adalah merapat, dia menyerukan agar semua infrastruktur yang rusak
dibangun kembali dengan uang kas kerajaan. Sedangkan bagi para korban yang
selamat, sang sultan menganggarkan hartanya untuk dibagikan ke masing-masing
korban.
Bendahara negara agak kebingungan dengan maksud
sultan, apakah anggaran itu dibagi rata ataukah ada kriteria lain? Karena
Propinsi Al Wahid yang berpenduduk 150.000 orang yang meninggal 15.000 orang,
propinsi Al Sani yang berpenduduk 90.000 orang yang meninggal 10.000 orang,
propinsi Al Salas yang berpenduduk 100.000 orang yang meninggal 30.000 orang,
propinsi Al Arba’ yang berpenduduk 80.000 orang yang meninggal 20.000 orang dan
yang terakhir propinsi Al Qoms yang berpenduduk 200.000 orang yang meninggal
50.000 orang melihat sang bendahara kebingungan sang sultan memberi arahan yang
bijak.
“Ada lima propinsi di negeri kita, bagilah pada
masing-masing propinsi menurut tingkat kedukaan yang dirasakan mereka”
“Maaf,Bagaimana mengukur kadar kedukaan mereka
baginda?”
“Pake CDR”
“Tiap CDR daerah tersebut ane kasih 1juta dolar,
lalu antum tinggal bagi rata anggaran yang diterima tiap propinsi pada tiap
orang yang masih hidup”
“Siap Paduka!!” Jawab sang bendahara yang masih
dalam kebingungan, kalau bertanya lagi bisa jadi sang bendahara dikatai “Bahlul
ente”
Bermodal titah sang sultan sang bendahara
menginstruksikan mencari CDR yang bisa ditemukan di masing-masing rumah di tiap
propinsi itu.
Sepuluh menit kemudian sang sultan menelpon sang
bendahara
“Ada satu hal lagi, perintahkan pada rakyat agar
gemar bikin anak yang banyak, agar populasi kita bertambah lagi, banyak anak banyak
rezeki.”
“Siap Paduka !!” jawab sang bendahara, dalam
benaknya terbesit sebuah imajinasi.. CDR.. Bikin Banyak Anak.. JAV..? apa
paduka mulai tak waras?
(Berapakah dana hibah sultan yang diterima
masing-masing propinsi? Silahkan komentar di bawah ini tanpa melihat jawaban
asli)
CDR yang dimaksud sultan adalah Crude Death Rate dengan
rumus=(Jumlah kematian penduduk/jumlahpenduduk)x1000(konstanta) Jadi begini
perhitungannya :
1.ProvinsiAlWahid (15000/150000)x1000=100CDRx1Jt$=100Jt$
2.ProvinsiAlSani (10000/90000)x1000=111,111111CDRx1Jt$=111,111111Jt$
3.ProvinsiAlSalas (30000/100000)x1000=300CDRx1Jt$=300Jt$
4.ProvinsiAlArba' (20000/80000)x1000=250CDRx1Jt$=250Jt$
5.ProvinsiAlQoms (50000/200000)x1000=250CDRx1Jt$=250Jt$
