Riddle Story Indonesia: Story
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Agustus 2019

Riddle Story : Keluarga Brancus (i)

Riddle -  Keluarga Brancus

Keluarga Brancus (i)
Maker : Mat Saleh

Pekerjaanya sebagai pemahat terkenal membuat Tuan Constantin Brancusi memilikki harta yang berlimpah, mulai dari rumah mewah hingga moda transportasi termegah pada zamannya.

Hasil kerja keras yang ia peroleh saat itu tak lepas dari dukungan sang isteri, Alexandra Brancusi. Kehidupan mereka akan menjadi sempurna andai saja mereka memiliki keturunan, namun di usia yang kian menua tak ada tanda-tanda mereka akan mempunyai anak. Berawal dari sana, cekcok kecil terjadi terus menerus, perlahan menggerus perasaan masing-masing dari mereka, hingga puncaknya tali pernikahan mereka berada di ambang kehancuran.

Sebelum langkah perceraian diambil sebagai jalan terakhir, mereka mendatangi tuan Alin sebagai orang terpandang di desa mereka. Hingga akhirnya, mereka berdua dipenjara!


Kirim jawaban Anda di kolom komentar dan cocokan dengan FC Asli nya, Terima Kasih.



Mereka berdua dimasukkan kedalam penjara perkawinan. Pada zaman dulu di desa Biertan, Rumania terdapat sebuah bangunan kecil yang berada di halaman gereja sebagai tempat bagi pasangan yang hendak bercerai. Tempat itu disebut sebagai "Penjara Perkawinan".

Bagi pasangan yang mengalami keretakan dalam rumah tangganya akan dikurung oleh uskup di penjara pekawinan selama 6 minggu. Dengan adanya pengurungan ini, pasangan tersebut terpaksa harus saling berbagi dan mereka pun akan membicarakan masalah mereka.

Dalam Riddle ini, penulis mencoba memberikan beberapa petunjuk seperti: 1. Nama Constantin Brancusi yang berprofesi sebagai pemahat terkenal, jika kalian berusaha mencari tau, nama tersebut dijadikan penulis untuk memberi petunjuk latar negara yang digunakan. 2. Penyebutan "moda transportasi mewah pada zamannya" pada cerita dijadikan penulis untuk memberi petunjuk latar waktu yang digunakan, mengingat sekarang penjara tersebut beralih fungsi menjadi Museum.

Jumat, 05 Juli 2019

Sin. Re: (Part 2. Rose Smith)





   Malam yang indah, jutaan bintang yang bertebar di langit seakan menjadi saksi dalam gelapnya malam. Cahaya redup rebulan yang sepi dan mengisyaratkan kedinginan. Turun menuju bumi menerangi setiap sudut sebuah taman.

   Seorang wanita tengah duduk di kursi taman sambil menangis .
"kenapa kau tidak adil padaku tuhan," ucapnya sambil menatap langit.
 lalu sebuah suara terdengar.
"Apa kau mau tuhan bersikap adil?," tanya suara itu.
"ya, aku mau. " kata wanita itu sambil mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah.
"kalau begitu aku akan memberimu keadilan," kata suara itu yang ternyata adalah Aurora yang mengenakan jubah panjang keluar dari pohon yang tak jauh dari tempat wanita itu berdiri.

   Sontak wanita itu terkejut, melihat seorang wanita yang tak ia kenal dan dengan jubah yang aneh.
"siapa kau?," tanya wanita itu sambil mundur 3 langkah menjahui.
"aku adalah utusan tuhan yang akan mengadilimu, bukannya kau minta untuk di adili." kata  Aurora sambil mengambil sebuah pisau dari dalam jubahnya.
"apa yang mau kau lakukan?," tanya wanita itu sambil terus melangkah menjahui wanita berjubah itu.
"aku akan mengadilimu," kata Aurora dan langsung melemparkan pisau ke paha wanita itu.
Seperti suara angin, tanpa sadar wanita itu jatuh tersungkur dan pisau sudah menancap di pahanya.
"argghh"teriak wanita itu.
Mencabut pisau aurora yang tertanam cukup dalam, dan darah langsung menyembur keluar.
"ku mohon lepaskan aku, aku tak punya salah denganmu." lanjutnya dengan nada terisak isak, dan air mata keluar dari bola matanya yang sejak awal sudah lebam.
"jangan tolong,jangan bunuh aku, aku akan membayarmu berapapun asal kau mau membiarkan aku hidup." kata wanita itu sambil merangkak mundur ke belakang.
  
   Melihat Wanita itu, Aurora seperti melihat dirinya sendiri tak berdaya meminta pertolongan dan taka da siapapun yang menolong, menyedihkan.

   Aurora langsung maju dan mengambil beberapa pisau dari jubahnya, menusukkan 5 pisau ke bagian tubuh wanita itu. Kedua tangan, kedua kaki, dan dada kanannya kini sudah tertancap pisau. Aurora menindih di atas tubuhnya, tak bisa bergerak dan darah sudah menggenang di bawah mereka. Dengan mata yang di penuhi kebencian dengan dirinya sendiri, mata yang menyala dan nafsu membunuh sudah tak tertahan, mengambil posisi badan miring, memundurkan tangan kanan dan telapak nyaris rata, Aurora langsung menusukan tangannya tepat ke jantung wanita itu.

   Jeritan wanita itu semakin menjadi jadi, darah sudah menyebar ke mana mana. Aurora masih diam memegangi jantung wanita itu yang masih berdetak di tangannya.
"aahhh bau ini, warna ini, rasa ini, sangat indah warna, dan bau yang tidak pernah menghianatiku, membuat tubuhku merasakan hal yang berbeda." kata aurora dengan nada seperti orang yang sakit jiwa.

   Dengan darah yang mengucur dari berbagai bagian tubuh, dan nafas yang sudah tersegal-segal. Tubuh wanita itu kejang, tak sanggup dengan segala penyakit yang di alaminya. Seketika terdiam tak ada suara jeritan, jantung yang sudah tak berdetak lagi dan kulit perlahan memucat.
   Senyumnya seakan menghilang, tawa gilanya menjadi normal, dan mengeluarkan tangan kanannya dengan jantung wanita itu.

"harusnya aku diam kan saja dia sampai mati kehabisan darah tadi, bodohnya aku." gumamnya dalam hati.

   Membersihkan dirinya, dan segala jejaknya. Mengambil semua pisau yang ada lalu berdiri melangkah pergi.

"baiklah perburuan malam ini cukup sampai sini saja aku akan melanjutkannya besok lagi, lagian PRku juga masih banyak." lanjutnya dengan nyanyian kecil sambil meninggalkan wanita yang sudah mati, melihat sebuah tanda pengenal yang bercampur dengan darah.

   Aurora tersenyum dan melihat kembali ke belakang.
"jantungmu aku simpan ya nyonya Rose Smith"

””””””””””””””””””””””””
Profil:
Nama: Rose Smith
Umur: 35 thn
Jenis kelamin: Wanita
pekerjaan: Guru privat

catatan: Ia menangis karena telah ditinggalkan oleh suaminya, dihari yang sama saat ia meninggal.
laporan:
di temukan dengan keadaan tidak bernyawa dan kehilangan banyak darah
dan tidak di temukan adanya jantung di tubuhnya
di duga pembunuhnya adalah psikopat yang ahli karena tidak menemukan jejak
sedikitpun, karena kurangnya bukti polisi akhirnya memutuskan untuk menutup
kasus ini.
Bersambung…..

Sabtu, 29 Juni 2019

SIN. Re: (Part.1 Prolog)


                           


   Rintikan hujan menerpa sepanjang malam, di sebuah gang kecil terdengar jeritan seorang Lelaki paruh baya, dengan luka di sekujur tubuh dan darah yang berpadu dengan air.
"sialan kau wanita jalang!," teriak lelaki itu ke arah kegelapan.
mencoba berlari dengan tangan yang terluka, muka yang lebam dan beberapa bagian yang membiru. sebuah pisau melayang dan mendarat tepat di paha lelaki itu, bersamaan dengan keluarnya sosok wanita dengan sebuah pisau di tangan kanannya.

"aaggh," ia jatuh tersungkur di atas aspal yang basah oleh hujan.
mulai takut dan terus mundur menyeret aspal dengan darahnya, sosok wanita itu kian jelas di terangi dengan cahaya bulan. Mata yang menyala senyum yang haus darah dan pisau yang begitu banyak di balik jubahnya, lelaki itu hanya meminta ampun dan berjanji akan menjadi pengikutnya, wajah pengecut yang meminta belas kasih. Wanita itu berlari memperlihatkan seringai kejamnya dan dalam 1 tebasan sebuah kepala lepas dari lehernya, jatuh ke aspal dan langsung menggelinding.

   Pagi yang tenang di iringi matahari yang mulai terbit dari ufuk timur, seorang gadis berumur 18 tahun menatap tajam keluar kelas seolah menantikan sesuatu. Aurora itulah namanya, gadis ceroboh yang punya julukan penyihir kutub.
"penyihir !!! sedang menunggu sapumu datang ya," hina seorang gadis.
Dilanjutkan cercaan yang bertubi tubi datang menghina dirinya.
Aurora tetap memandang jendela. Menatap kota yang dingin, gedung yang besar dan taman yang di tumbuhi beberapa pohon. Bel pulang berbunyi, Aurora langsung bergegas menyusun buku dan meninggalkan sekolah. tak ada hal yang istimewa di hidupnya, hanya kehidupan monoton yang terus menerus berulang.

  Aurora berjalan perlahan, melewati pusat perbelanjaan dan beberapa toko barang antik. Semua orang tersenyum, ada yang merasa bingung dan ada kumpulan orang-orang yang membicarakan rumor yang beredar baru-baru ini. Berjalan melewati gang kecil dan sebuah taman yang dapat dilihat dari bangkunya.


"hari yang melelahkan," ucapnya dalam hati.
Sampai di lihatnya sebuah poster yang masih baru terpampang di tembok sebelah kiri tempat ia berjalan. Sekitar 15 menit  membaca, dan tanpa suara Aurora langsung berlari ke rumah dengan semua tenaga yang tersisa, berlari ke kamar tanpa memperdulikan ibu dan ayah.
"nak bagaimana harimu?"Tanya ibu ke pada aurora sambil memasak
"baik bu"balas Aurora dan langsung menutup pintu kamarnya.
Malam telah tiba, sang surya telah mengistirahatkan diri. 
   Aurora tertidur dan tenggelam dalam imajinasi pikiran yang di sebut mimpi. Sekitar jam 12 malam aurora terbangun bukan karna kebelet atau apa, tapi karena ada hal yang harus ia lakukan. Ia langsung membuka lemari pakaiannya.
"mungkin tadi hari yang buruk,tapi malam ini aku pasti bersenang senang." sambil menunjukan seringai di bibir.
Bersambung...

Metaltailaco

[Featured][recentbylabel2]

Rock & Metal

[Featuredl][recentbylabel2]
PENGUMUMAN
Setiap sabtu dan minggu, reward pulsa untuk pengirim postingan #SangPujangga terbaik
Done