SIN. Re: (Part.1 Prolog) - Riddle Story Indonesia
News Update
Loading...

Sabtu, 29 Juni 2019

SIN. Re: (Part.1 Prolog)


                           


   Rintikan hujan menerpa sepanjang malam, di sebuah gang kecil terdengar jeritan seorang Lelaki paruh baya, dengan luka di sekujur tubuh dan darah yang berpadu dengan air.
"sialan kau wanita jalang!," teriak lelaki itu ke arah kegelapan.
mencoba berlari dengan tangan yang terluka, muka yang lebam dan beberapa bagian yang membiru. sebuah pisau melayang dan mendarat tepat di paha lelaki itu, bersamaan dengan keluarnya sosok wanita dengan sebuah pisau di tangan kanannya.

"aaggh," ia jatuh tersungkur di atas aspal yang basah oleh hujan.
mulai takut dan terus mundur menyeret aspal dengan darahnya, sosok wanita itu kian jelas di terangi dengan cahaya bulan. Mata yang menyala senyum yang haus darah dan pisau yang begitu banyak di balik jubahnya, lelaki itu hanya meminta ampun dan berjanji akan menjadi pengikutnya, wajah pengecut yang meminta belas kasih. Wanita itu berlari memperlihatkan seringai kejamnya dan dalam 1 tebasan sebuah kepala lepas dari lehernya, jatuh ke aspal dan langsung menggelinding.

   Pagi yang tenang di iringi matahari yang mulai terbit dari ufuk timur, seorang gadis berumur 18 tahun menatap tajam keluar kelas seolah menantikan sesuatu. Aurora itulah namanya, gadis ceroboh yang punya julukan penyihir kutub.
"penyihir !!! sedang menunggu sapumu datang ya," hina seorang gadis.
Dilanjutkan cercaan yang bertubi tubi datang menghina dirinya.
Aurora tetap memandang jendela. Menatap kota yang dingin, gedung yang besar dan taman yang di tumbuhi beberapa pohon. Bel pulang berbunyi, Aurora langsung bergegas menyusun buku dan meninggalkan sekolah. tak ada hal yang istimewa di hidupnya, hanya kehidupan monoton yang terus menerus berulang.

  Aurora berjalan perlahan, melewati pusat perbelanjaan dan beberapa toko barang antik. Semua orang tersenyum, ada yang merasa bingung dan ada kumpulan orang-orang yang membicarakan rumor yang beredar baru-baru ini. Berjalan melewati gang kecil dan sebuah taman yang dapat dilihat dari bangkunya.


"hari yang melelahkan," ucapnya dalam hati.
Sampai di lihatnya sebuah poster yang masih baru terpampang di tembok sebelah kiri tempat ia berjalan. Sekitar 15 menit  membaca, dan tanpa suara Aurora langsung berlari ke rumah dengan semua tenaga yang tersisa, berlari ke kamar tanpa memperdulikan ibu dan ayah.
"nak bagaimana harimu?"Tanya ibu ke pada aurora sambil memasak
"baik bu"balas Aurora dan langsung menutup pintu kamarnya.
Malam telah tiba, sang surya telah mengistirahatkan diri. 
   Aurora tertidur dan tenggelam dalam imajinasi pikiran yang di sebut mimpi. Sekitar jam 12 malam aurora terbangun bukan karna kebelet atau apa, tapi karena ada hal yang harus ia lakukan. Ia langsung membuka lemari pakaiannya.
"mungkin tadi hari yang buruk,tapi malam ini aku pasti bersenang senang." sambil menunjukan seringai di bibir.
Bersambung...

2 komentar

  1. Bagus. Menarik. Cukup menegangkan di awal cerita. Sangat lihai menarik perhatian dan fokus pikiran di akhir ceritanya, sehingga menimbulkan tanda tanya besar dan membuatku menunggu kelanjutan ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas sarannya, saya akan berusaha semaksimal mungkin menulis cerita yang menarik bagi anda

      Hapus


EmoticonEmoticon

PENGUMUMAN
Setiap sabtu dan minggu, reward pulsa untuk pengirim postingan #SangPujangga terbaik
Done