Beberapa hari yang lalu saya
bertemu dengan Dedik, teman SMA saya di salah satu warung kopi di dekat toko Boekoe Kwitang
dia rupanya telah sukses merintis bisnis wedding organizer yang berbeda dari
yang lain. Bisnis yang digelutinya membantu pasangan yang ingin pesta
pernikahan tapi tiada dana, dengan modal 50 juta dia mulai mengembangkan
usahanya yang langsung untung seusai pesta pernikahan. Model bisnisnya sangat
cerdik, kedua mempelai tidak dibebani biaya sepeserpun, tapi sebagai gantinya
semua hadiah dari para undangan digunakan untuk mengganti biaya pernikahan dan
sisanya diambil sebagai laba perusahaan wedding Organizer yang dijalankannya.
Ada sebuah pengalaman unik yang dia sampaikan saat itu, yaitu saat melayani
klien yang pelit, tapi kepelitannya berlandaskan kebenaran. Dia mengambil
contoh undangan yang disebar klien tersebut. Sebuah undangan simpel seluas
kartu ATM dijepret dengan satu sachet kopi bubuk.
📷MUBAZIR ITU DOSA
Tentunya agak kelihatan
aneh, karena tidak umum, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya juga, dengan
hemat kertas selain hemat biaya juga hemat kertas, kertas dari pohon, hemat
kertas berarti menjaga lingkungan, dengan diberi sebungkus kopi undangan itu
jauh lebih bermanfaat karena tamu yang diundang bisa bikin kopi setelah membaca
undangan, itu lebih baik daripada setelah membaca undangan lalu undangannya
dibuang.
Satu hal lagi yang aku pelajari darinya adalah ketika membuat sebuah
pesta, minimal jumlah porsi konsumsi harus 3 kali dari jumlah undangan, aku
sempat heran mengapa bisa begitu? lalu Dedik menjelaskan bahwa saat pesta yang
datang bukan para jomblo atau duda, ada pasangan suami istri beserta anaknya,
ada jomblo atau duda yang sewa pacar agar gak malu datang sendirian, ada juga
yang datang bersama saudara serumah karena gak masak, jadi porsi makanan harus
dilebihkan jika tak mau malu karena tamu undangan kelaparan.
Dia tak sendirian
saat bertemu denganku, sebenarnya dia datang bersama seorang temannya yang
katanya butuh bantuanku, Dedik rupanya sudah tahu kalau aku terkenal sebagai
Detektif Cinta, memang mengungkap masalah perselingkuhan tak sehebat cerita
komik atau novel detektif meski kadang-kadang harus bertaruh nyawa saat
mengintai target, namun jasa yang kusediakan terbukti membantu banyak orang
untuk membongkar cinta palsu yang memenjara mereka. Tepat pukul satu siang teman
Dedik akhirnya datang, setelah bersalaman denganku dia langsung pamit ke toilet
“Sudah Kebelet” katanya.
Dari momen perkenalan itu aku langsung berkata pada
Dedik.“Ded, tarifku mahal lho. biaya sadap telephon seminggu saja bisa habisin
gajinya sebulan”
“Kau ini kok hina dia sih Ren? ”“Saat bersalaman dengannya
tangannya terasa mengapal tepat di bawah ruas jari kelingking, jari manis, jari
tengah, dan diantara jempol dan telunjuk, itu disebabkan karena tangannya
sering menggenggam benda seperti gagang troli barang, selain itu otot-otot
tangan kanannya lebih terlihat pada tangan kanan dibanding tangan kiri, jadi
menurutku pekerjaannya adalah seorang pengantar barang berat yang harus diangkut
dengan troly barang, dan biasanya pekerjaan seperti itu digaji UMK, sedangkan
tarif investigasiku sejuta sehari, dari mana dia dapat duit?”
“Aku yang bakal
bayarin, aku utang nyawa sama dia, makanya aku pengen bantuin dia.”Sesaat
kemudian teman Dedik yang bernama Dodo mulai bercerita bahwa dia diputusin oleh
pacarnya tanpa alasan yang jelas, padahal selama ini pacarnya yang bernama
Maudy itu sangat baik dan santun bagai bidadari, bahkan Maudy meminta Dodo
datang ke rumahnya untuk mengenal ayah ibu maudy.
“Oh.. jadi dia baik hati...
dan anda hanya butuh alasan jelas?” tanyaku
“Ya.. jika karena saya kurang
tampan, saya bisa oprasi plastik, tapi saya gak mau diputusin sepihak kayak
gini, tolong saya detektif Reno, Jika saya tahu alasannya memutuskan saya mungkin
saya bisa bunuh diri dengan tenang.”
“Sabar, bisa saya tahu bagaimana dia
memutuskan anda?” Lelaki botak hitam itu lalu menunjukkan percakapan WA ketika
momen Maudy memutuskannya.
“Hm.. anda diputuskan saat
bekerja di kantor?”Kataku.
“Tidak, saya selalu berusaha tampil tampan saat
bertemu dengannya baik online maupun offline, bahkan ketika bertemu dengan
orang tuanya saya tampil sesempurna yang saya bisa”
“Saya dapat memecahkan
masalah ini dengan mudah, anda hanya perlu mentraktir saya dengan semangkok Mie
Rebus.”
“Mie Rebus? anda minta Pizza sekalipun akan saya belikan kalau bisa
menolong saya”
“Cukup Mie Rebus, karena seperti halnya Mie Rebus yang ruwet
keriting, Masalah ini hanya bisa dinikmati dengan di Rebus.”Dua orang di depan
saya terbingungkan dengan kalimat saya, dan saya memang sangat gemar
membingungkan orang sebelum memberi pencerahan.
(Ayo apakah Anda sudah menemukan jawaban yang tepat atas permasalahan yang di alami Dodo? silahkan komentar dibawah ini lalu cocokan dengan Jawaban Asli)
Dodo diputusin karena miskin, namun karena maudy tak
mau menyakiti hati dodo maka dia membuat plesetan kata merindukan ratu
(merindukan=miss)+(ratu=queen)=MISS QUEEN terdengar seperti MISKIN


