Riddle Story Indonesia: TBGC
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label TBGC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TBGC. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2019

CHALENGE 12 : SULTAN AL TAJIR



Maker : Yudo NugrohoMuhammad Ediyanto BasyirSerdadu Nebes

*CHALENGE 12 : SULTAN AL TAJIR

“Tiada bencana di langit maupun di bumi yang menimpa suatu kaum kecuali telah tertulis sebagai takdir. Jadi kuatkanlah dirimu Rakyatku!!”

Itulah kalimat penutup pidato Sultan Basyir XXX yang disampaikan dalam acara malam doa bersama untuk keselamatan negeri Al-Tajr yang tadi subuh diguncang gempa 6.9 SR, banyak penduduk negeri itu yang menjadi korban, namun bagi sang sultan tiada waktu untuk meratap karena yang harus dilakukan adalah merapat, dia menyerukan agar semua infrastruktur yang rusak dibangun kembali dengan uang kas kerajaan. Sedangkan bagi para korban yang selamat, sang sultan menganggarkan hartanya untuk dibagikan ke masing-masing korban.

Bendahara negara agak kebingungan dengan maksud sultan, apakah anggaran itu dibagi rata ataukah ada kriteria lain? Karena Propinsi Al Wahid yang berpenduduk 150.000 orang yang meninggal 15.000 orang, propinsi Al Sani yang berpenduduk 90.000 orang yang meninggal 10.000 orang, propinsi Al Salas yang berpenduduk 100.000 orang yang meninggal 30.000 orang, propinsi Al Arba’ yang berpenduduk 80.000 orang yang meninggal 20.000 orang dan yang terakhir propinsi Al Qoms yang berpenduduk 200.000 orang yang meninggal 50.000 orang melihat sang bendahara kebingungan sang sultan memberi arahan yang bijak.

“Ada lima propinsi di negeri kita, bagilah pada masing-masing propinsi menurut tingkat kedukaan yang dirasakan mereka”

“Maaf,Bagaimana mengukur kadar kedukaan mereka baginda?”

“Pake CDR”

“Tiap CDR daerah tersebut ane kasih 1juta dolar, lalu antum tinggal bagi rata anggaran yang diterima tiap propinsi pada tiap orang yang masih hidup”

“Siap Paduka!!” Jawab sang bendahara yang masih dalam kebingungan, kalau bertanya lagi bisa jadi sang bendahara dikatai “Bahlul ente”

Bermodal titah sang sultan sang bendahara menginstruksikan mencari CDR yang bisa ditemukan di masing-masing rumah di tiap propinsi itu.
Sepuluh menit kemudian sang sultan menelpon sang bendahara

“Ada satu hal lagi, perintahkan pada rakyat agar gemar bikin anak yang banyak, agar populasi kita bertambah lagi, banyak anak banyak rezeki.”

“Siap Paduka !!” jawab sang bendahara, dalam benaknya terbesit sebuah imajinasi.. CDR.. Bikin Banyak Anak.. JAV..? apa paduka mulai tak waras?

(Berapakah dana hibah sultan yang diterima masing-masing propinsi? Silahkan komentar di bawah ini tanpa melihat jawaban asli)



CDR yang dimaksud sultan adalah Crude Death Rate dengan rumus=(Jumlah kematian penduduk/jumlahpenduduk)x1000(konstanta) Jadi begini perhitungannya :
1.ProvinsiAlWahid (15000/150000)x1000=100CDRx1Jt$=100Jt$
2.ProvinsiAlSani (10000/90000)x1000=111,111111CDRx1Jt$=111,111111Jt$
3.ProvinsiAlSalas (30000/100000)x1000=300CDRx1Jt$=300Jt$
4.ProvinsiAlArba' (20000/80000)x1000=250CDRx1Jt$=250Jt$
5.ProvinsiAlQoms (50000/200000)x1000=250CDRx1Jt$=250Jt$

Minggu, 30 Juni 2019

CHALENGE 11 : DETEKTIF CINTA


Maker : Yudo NugrohoMuhammad Ediyanto BasyirSerdadu Nebes

*CHALENGE 11 : DETEKTIF CINTA

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan Dedik, teman SMA saya di salah satu warung kopi di dekat toko Boekoe Kwitang dia rupanya telah sukses merintis bisnis wedding organizer yang berbeda dari yang lain. Bisnis yang digelutinya membantu pasangan yang ingin pesta pernikahan tapi tiada dana, dengan modal 50 juta dia mulai mengembangkan usahanya yang langsung untung seusai pesta pernikahan. Model bisnisnya sangat cerdik, kedua mempelai tidak dibebani biaya sepeserpun, tapi sebagai gantinya semua hadiah dari para undangan digunakan untuk mengganti biaya pernikahan dan sisanya diambil sebagai laba perusahaan wedding Organizer yang dijalankannya. Ada sebuah pengalaman unik yang dia sampaikan saat itu, yaitu saat melayani klien yang pelit, tapi kepelitannya berlandaskan kebenaran. Dia mengambil contoh undangan yang disebar klien tersebut. Sebuah undangan simpel seluas kartu ATM dijepret dengan satu sachet kopi bubuk.


📷MUBAZIR ITU DOSA
Tentunya agak kelihatan aneh, karena tidak umum, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya juga, dengan hemat kertas selain hemat biaya juga hemat kertas, kertas dari pohon, hemat kertas berarti menjaga lingkungan, dengan diberi sebungkus kopi undangan itu jauh lebih bermanfaat karena tamu yang diundang bisa bikin kopi setelah membaca undangan, itu lebih baik daripada setelah membaca undangan lalu undangannya dibuang.

Satu hal lagi yang aku pelajari darinya adalah ketika membuat sebuah pesta, minimal jumlah porsi konsumsi harus 3 kali dari jumlah undangan, aku sempat heran mengapa bisa begitu? lalu Dedik menjelaskan bahwa saat pesta yang datang bukan para jomblo atau duda, ada pasangan suami istri beserta anaknya, ada jomblo atau duda yang sewa pacar agar gak malu datang sendirian, ada juga yang datang bersama saudara serumah karena gak masak, jadi porsi makanan harus dilebihkan jika tak mau malu karena tamu undangan kelaparan. 

Dia tak sendirian saat bertemu denganku, sebenarnya dia datang bersama seorang temannya yang katanya butuh bantuanku, Dedik rupanya sudah tahu kalau aku terkenal sebagai Detektif Cinta, memang mengungkap masalah perselingkuhan tak sehebat cerita komik atau novel detektif meski kadang-kadang harus bertaruh nyawa saat mengintai target, namun jasa yang kusediakan terbukti membantu banyak orang untuk membongkar cinta palsu yang memenjara mereka. Tepat pukul satu siang teman Dedik akhirnya datang, setelah bersalaman denganku dia langsung pamit ke toilet “Sudah Kebelet” katanya.

Dari momen perkenalan itu aku langsung berkata pada Dedik.“Ded, tarifku mahal lho. biaya sadap telephon seminggu saja bisa habisin gajinya sebulan”

“Kau ini kok hina dia sih Ren? ”“Saat bersalaman dengannya tangannya terasa mengapal tepat di bawah ruas jari kelingking, jari manis, jari tengah, dan diantara jempol dan telunjuk, itu disebabkan karena tangannya sering menggenggam benda seperti gagang troli barang, selain itu otot-otot tangan kanannya lebih terlihat pada tangan kanan dibanding tangan kiri, jadi menurutku pekerjaannya adalah seorang pengantar barang berat yang harus diangkut dengan troly barang, dan biasanya pekerjaan seperti itu digaji UMK, sedangkan tarif investigasiku sejuta sehari, dari mana dia dapat duit?”

“Aku yang bakal bayarin, aku utang nyawa sama dia, makanya aku pengen bantuin dia.”Sesaat kemudian teman Dedik yang bernama Dodo mulai bercerita bahwa dia diputusin oleh pacarnya tanpa alasan yang jelas, padahal selama ini pacarnya yang bernama Maudy itu sangat baik dan santun bagai bidadari, bahkan Maudy meminta Dodo datang ke rumahnya untuk mengenal ayah ibu maudy.

“Oh.. jadi dia baik hati... dan anda hanya butuh alasan jelas?” tanyaku

“Ya.. jika karena saya kurang tampan, saya bisa oprasi plastik, tapi saya gak mau diputusin sepihak kayak gini, tolong saya detektif Reno, Jika saya tahu alasannya memutuskan saya mungkin saya bisa bunuh diri dengan tenang.”

“Sabar, bisa saya tahu bagaimana dia memutuskan anda?” Lelaki botak hitam itu lalu menunjukkan percakapan WA ketika momen Maudy memutuskannya.


“Hm.. anda diputuskan saat bekerja di kantor?”Kataku.

“Tidak, saya selalu berusaha tampil tampan saat bertemu dengannya baik online maupun offline, bahkan ketika bertemu dengan orang tuanya saya tampil sesempurna yang saya bisa”

“Saya dapat memecahkan masalah ini dengan mudah, anda hanya perlu mentraktir saya dengan semangkok Mie Rebus.”

“Mie Rebus? anda minta Pizza sekalipun akan saya belikan kalau bisa menolong saya”

“Cukup Mie Rebus, karena seperti halnya Mie Rebus yang ruwet keriting, Masalah ini hanya bisa dinikmati dengan di Rebus.”Dua orang di depan saya terbingungkan dengan kalimat saya, dan saya memang sangat gemar membingungkan orang sebelum memberi pencerahan.

(Ayo apakah Anda sudah menemukan jawaban yang tepat atas permasalahan yang di alami Dodo? silahkan komentar dibawah ini lalu cocokan dengan Jawaban Asli)



Dodo diputusin karena miskin, namun karena maudy tak mau menyakiti hati dodo maka dia membuat plesetan kata merindukan ratu (merindukan=miss)+(ratu=queen)=MISS QUEEN terdengar seperti  MISKIN

CHALENGE 10 : THE MISSIONARIES



*CHALENGE 10 : THE MISSIONARIES

Aku sempat berfikir bahwa temanku Holmes mungkin akan jadi penyebab banyak penyihir dihukum mati jika dia hidup di abad kegelapan eropa karena para penyihir tentu tak akan dapat bersembunyi dibalik topeng sains yang mereka pelintir seolah mistis. Temanku itu membuktikan bahwa hal yang dianggap mistis oleh orang awam hanyalah alat penipuan yang sering mencelakai orang awam yang enggan mencerna kejadian dengan akal sehat. Contohnya anjing dan pengantin setan yang menebar teror serta ketakutan pada beberapa orang, yang terbongkar oleh kejelian Holmes yang mengedepankan logika daripada prasangka yang teracuni mistisisme. Namun tak seperti dua kasusmistis itu, kisah petualangan kami yang satu ini menjelaskan alasan mengapa Holmes tak akan mengijinkan baik aku maupun Mrs.Hudson membereskan tumpukan dokumennya yang makin lama memenuhi kamar sewa kami karena selain Mind Palace yang ada di kepalanya, tumpukan dokumen itu gudang informasi bagi otaknya yang jenius itu. Ini adalah kasus pertama yang ditangani tenmanku itu di awal abad ke 20, sebuah kasus yang menunjukkan bahwa manusia bisa melakukan apa saja untuk menunaikan ambisinya.

Kasus ini berawal dari kedatangan seorang pria yang hampir saja diusir oleh Mrs.Hudson karena beliau menganggapnya kurang sopan sebagai tamu. Tentu saja beliau berprasangka buruk pada pria itu karena Mrs.Hudson hanya melihat, bukan mengamati layaknya temanku Holmes. Setelah sekilas mengamati pria yang memaksa masuk dengan tidak sopan itu, Holmes segera meminta induk semang kami agar mengijinkan pria tersebut masuk.

“Saya dirundung kesialan sejak turun di stasiun, dan anda hendak menambah kesialan saya nyonya? Ayolah saya hanya ingin masalah-masalah saya segera selesai! Ini terkait ketentraman desa kami!” keluh pria frustasi yang dicegat Mrs.Hudson itu.

“Mr.Holmes, mengapa orang-orang yang bertamu padamu selalu datang dengan masalah?” tanya induk semang kami itu dengan raut jengkel, tentu saja kejengkelannya sebenarnya beliau tujukan untuk tamu itu, bukan kepada penyewa kamar yang baik seperti kami.

“Karena saya seorang Detektif Konsultan Mrs Hudson, dan saya pastikan klien saya tak akan mengacau disini, saya jamin itu.”

“Baiklah Mr.Holmes, saya akan siapkan teh di dapur, semoga orang ini berkenan meminumnya dan belajar bersikap layaknya tamu yang baik di rumah ini.” Mrs.Hudson percaya pada Holmes begitu saja karena beliau sangat yakin bahwa temanku itu jarang salah membaca seseorang.

“Silahkan masuk tuan” Klien kami tersebut tak kunjung masuk meski kupersilahkan, dia malah mengambil sobekan kertas yang disimpannya dibalik Trench Coat hitam yang dikenakannya. Pria itu mengamati sobekan kertas itu hingga hampir-hampir kertas itu menutup kulit wajahnya sambil berkali-kali memicingkan mata mencocokkan gambar di kertas itu dengan wajah Holmes.

“Anda tidak salah alamat tuan, saya benar-benar Sherlock Holmes” Pria itu mengangguk dan akhirnya dia mengikuti kami masuk kedalam. Sungguh klien yang aneh pikirku, tadinya dia ngotot masuk, setelah dipersilahkan masuk dia malah tak kunjung masuk. Tak sedikit sebenarnya klien aneh yang pernah datang pada Holmes, ada pria bertopeng hingga wanita bercadar. Namun misteri yang dibawa orang-orang aneh itu tentunya lebih aneh lagi.

“Silahkan duduk tuan..” Aku mempersilahkan klien tersebut sedangkan Holmes tak seperti biasanya dia langsung membenamkan tubuhnya di kursi sambil memejamkan mata.

“Seperti itukah cara anda menyambut klien Mr.Holmes!?” Protes pria itu dengan mata geram. Holmes hanya tersenyum sambil bergumam “Tenang saja, saya sudah tahu sebagian dari kemalangan anda hari ini, bahkan sebelum anda bercerita.” Pria itu terlihat makin geram dengan omongan teman sekamarku itu.

“Omong kosong, saya kira anda adalah detektif yang handal, ternyata anda hanyalah seorang dukun” Ujar pria itu dengan penuh emosi.

“Dukun? Baiklah tuan yang belum memperkenalkan diri, jika saya berpendapat bahwa anda adalah seorang pria terhormat yang datang dari Weymouth, kota tepi laut di Dorset Country,karena akhir-akhir ini dirundung masalah pelik ditambah kesialan kecil kehilangan kaca mata anda saat tadi cuci muka di stasiun. Apakah anda masih mau bilang saya dukun?”

“Tentu, aku malah tambah yakin bahwa kau seorang dukun.” Pria itu setengah heran mendengar Holmes membaca nasibnya hari ini.

“Ya, anda tepat sekali, memang dukun adalah sebutan yang layak bagi saya jika saya tak bisa menjelaskan pada anda bagaimana saya bisa tahu semua itu.” Temanku itu mulai menunjukkan bahwa dia seorang Detektif dengan deduksi Briliantnya.

“Jelaskan pada saya Mr.Holmes, saya ingin bukti nyata keahlianmu yang tersohor itu”Temanku Holmes tersenyum dan mulai menatap klient tersebut dengan tatapan tajamnya.

“‘Pertama adalah bekas kacamata di pelipis anda yang belum pudar, itu artinya anda masih berkacamata kurang dari sejam yang lalu, dan bekas kacamata seperti itu biasa di dapat saat orang memakai kacamata dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan anda kelupaan melepas kacamata anda selama perjalanan sehingga anda tidur dalam keadaan masih mengenakan kacamata sehingga kacamata tersebut berbekas sangat jelas di pelipis anda, dan jika mengacu pada bekas kacamata yang masih membekas jelas tersebut maka kemungkinan besar kurang dari satu jam yang lalu anda masih berkacamata saat baru datang di stasiun baker street. Jika mengacu pada jadwal kedatangan kereta api yang saya baca di Koran hari ini, seharusnya hanya kereta api dari Weymouthyang datang kurang dari satu jam yang lalu, itulah yang mendasari saya berpendapat anda dari Weymouth.”

“Anda benar, saya memang dari Weymouth, tapi apa yang mendasari anda berpendapat saya datang naik kereta api dan turun di stasiun, dan bahkan kehilangan kacamata di toilet stasiun? Bisa saja kan saya kehilangan kacamata setelah keluar dari stasiun?”

“Tentu saya tidak ngawur berpendapat seperti itu, sekarang poin ‘kedua’ adalah tinta di sobekan kertas koran tersebut yang agak luntur, itu tentunya karena anda mengamati kertas tersebut dari dekat, Setelah mencuci muka di toilet anda sudah kehilangan kacamata anda dan anda agak kesal sehingga tak mengelap sempurna wajah anda setelah cuci muka, beberapa bagian wajah dan rambut bagian depan anda agak basah sehingga sedikit cucuran airnya membasahi kertas koran yang anda amati dengan jarak yang sangat dekat dengan wajah anda sehingga tinta di kertas tersebut agak luntur, coba fikir, jika saat itu anda masih memiliki kacamata tentunya anda tak perlu mengamati kertas koran itu dengan sangat dekat bukan? Dan perlu anda ketahui tuan, anda tak mungkin mendapatkan koran tersebut ketika di Weymouth, koran itu di distribusikan anak-anak jalanan baker street ke rumah-rumah pelanggan dan di sekitar sini hanya kios koran di depan pintu keluar masuk stasiun bawah tanah yang menjualnya pada masyarakat umum, anda tidak mungkin membeli koran itu di kios lain yang jaraknya satu kilometer dari sini bukan? Itulah yang mendasari pendapat saya tuan, Jika anda masih kurang puas, maka biar saya beritahu anda bahwa kusir kereta yang anda tumpangi tadi bernama Davy Jones, dia setiap hari mencari penumpang di depan stasiun Baker Street, bukan di tempat lain, dan warna putih baju anda terlihat sedikit agak kekuningan, sangat berbeda dari warna putih baju pada umumnya, hal ini terjadi karena Weymouth dekat dengan laut, air tanahnya terkontaminasi air laut sehingga membuat pakaian anda menjadi putih agak kekuningan, ini umum terjadi di kota dekat pantai seperti Weymouth. apa anda masih menganggap saya dukun?”

“Maafkan saya Mr.Holmes, bukan bermaksud meremehkan anda, jujur saja semua perkataan anda tadi benar, tentang dukun… saya sangat jengkel dengan dukun, atau orang berlagak seperti dukun, maaf saya tadi mengatai anda sebagai dukun.”

“Dukun kerap bertindak dan berkata tanpa dasar logika atau menutupi logika sehingga tidak tercerna, sedangkan Detektif seperti saya berfikir dan berkata sesuai fakta dan logika yang dapat dicerna akal sehat. Tentu sangat berbeda dengan dukun.”

“Saya rasa ini saatnya anda memperkenalkan diri tuan.” Kataku sambil menepuk pundak lelaki yang banyak fikiran itu. Holmes kini memejamkan mata lagi sambil bersiap mendengarkan masalah pria yang dikeluhkan pria itu .

“Maafkan saya yang memulai pertemuan ini dengan perdebatan, Nama saya adalah Yohan William Jansen, saya seorang hakim di Weymouth. Saya butuh bantuan anda Mr.Holmes, karena saya sedang berada di posisi yang sulit.”

“Semoga permasalahan anda benar-benar cukup sulit untuk dipecahkan Mr.Yohan.” Temanku itu entah apa yang dipikirkannya sehingga malah senang berhadapan dengan kasus yang sulit. Tapi itulah watak Holmes, kasus yang sulit bisa membuat hidupnya makin bergairah.

“Baiklah Mr.Holmes, sekitar dua minggu yang lalu terjadi kasus pembunuhan di Weymouth, tepatnya di St.Oswald’s Bay.”

“Bukankah itu tepi pantai bertebing?” Tanyaku.

“Benar sekali Mr.Watson. disana ada sebuah desa kecil yang dihuni sekitar 20an keluarga. Desa itu penganut kepercayaan pagan kuno yang sangat kolot, mereka dipimpin oleh seorang pendeta tua keturunan prancis Bernama Ulrich Mason. Pendeta itu dan istrinya telahmenjadi korban pembunuhan dan memicu amarah warga setempat.”

“Saya sempat membaca beritanya di Koran, bukankah tersangka sudah ditetapkan?”Tanyaku.

“Ya, dia adalah Misionaris, itulah yang menjadi masalahnya. Ada bukti kuat yang membantah keterlibatannya, disisi lain ada bukti di tempat kejadian yang mengarah pada mereka, jika ini tidak segera terselesaikan saya khawatir akan terjadi konflik.”

“Biara tempat kematian keduanya berada diatas tebing, dan hanya sebuah jalan setapak menuju biara itu, tiada jalan lain kecuali si pembunuh bisa terbang karena tidak mungkin seseorang melewati jalan setapak itu tanpa sepengetahuan pengawal biara yang berjaga gerbang jalan setapak.” Klien kami terperangah saat mendengar Holmes bisa mendeskripsikan tempat kejadiandengan tepat.

“Ba..bagaimana anda bisa tahu detail tempat kejadian? Apa anda pernah ke sana?” Tanya klien kami. Tak hanya dia, akupun sebenarnya heran mengapa Holmes bisa tahu.

“Dari Catatan Maycroft yang kusimpan. Dulu Maycroft pernah membantu scotland yard menyelesaikan kasus pembunuhan saat perayaan Mardi grasyang diadakan orang-orang keturunan prancis disana. Itulah sebabnya aku tak membiarkan kau mengusik arsip-arsip lawasku Mr.Watson.” Jawab Holmes sambil menghembuskan asap dari hidungnya.

“Itu berarti anda sudah tahu betul seluk beluk kasus ini tuan Holmes?” Klien kami terlihat berbinar saat bertanya pada Holmes.

“Saya bukan dukun Mr.Yohan, saat berita itu dimuat di koran, saya langsung meminta salinan detail penyelidikan pada Lestrade, dari warna merah-ungu di kulit bagian punggung keduanya. Dari sana disimpulkan kedua korban mati sudah lebih dari 3 jam.. Tapi meski telah membaca data dari Lestrade saya ingin mendengar dari anda, saya ingin mencocokkan apakah ada yang berbeda hingga timbul polemik di kasus mudah ini.”

“Baiklah tuan Holmes saya akan jelaskan ulang, dua korban adalah Ulrich Mason dan Diane Mason, di temukan tewas oleh anaknya dan warga sekitar pukul tujuh malam.”
“Nah.. menurut laporan dari Lestrade yang menemukan adalah anak perempuan mereka, Joane Mason, jadi mana yang benar? Arsip yang dikirim ke pengadilan atau salinan arsip yang dikirim Lestrade padaku?”

“Oh.. sebenarnya kuduanya benar Mr.Holmes. Memang yang pertama kali melihat keduanya bersimbah darah adalah putri mereka Joane, maafkan saya yang memberikan kronologi kurang detail. Biar saya ulang, Pada hari itu Joane sejak pagi pergi ke kota untuk menemui seseorang dan kembali setengah tujuh malam, itu disaksikan oleh dua penjaga gerbang yang ada di bawah bukit, Memang Joane sering dipanggil ke kota untuk melukis karena Joane seorang pelukis yang hebat, bahkan Walikota Weymouth kagum karena dia bisa melukis sosoknya dengan sangat detail. Dua orang penjaga gerbang itu juga tak beralih dari sana sejak jam delapan pagi, mereka baru berganti giliran jaga saat pukul delapan malam, warga desa saat itu sedang melakukan persiapan Mardi Gras yang rencananya akan diselenggarakan di jalanan depan gerbang, jadi banyak saksi bahwa dua penjaga itu tetap di pos jaganya mulai pagi. Setengah jam setelah naik ke atas tebing Joane Turun sambil menangis, dia melihat dari jendela depan ayah dan ibunya bersimbah darah, dia meminta bantuan warga untuk mendobrak pintu biara yang terkunci rapat. Setelah pintu terbuka, mereka mendapati tragedi, Diane Mason terlentang tak bernyawa dengan luka tembak yang membuat mulutnya hancur, sedangkan Ulrich mengalami hal yang lebih tragis, telapak tangan kanannya terbakar, setelah memadamkan api di tangan kanan Ulrich salah satu penjaga gerbang membalik tubuh Ulrich dan mendapati kondisinya sama dengan istrinya, mulutnya hancur karena luka tembak!!!”

“Hmm.. Ini menarik sekali, apakah orang di bawah bukit tidak mendengar suara tembakan?”

Mr.Yohan Menggeleng.”Biara itu kedap suara, kami sudah menguji dengan menembakkan senjata api dari dalam dan terbukti suaranya tiada terdengar sampai ke bawah bukit, dan ada hal yang paling menarik perhatian adalah tulisan dari darah yang ada di dinding ruangan tersebut”

“MARK 9:43, Tulisan itu sama persis dengan tulisan tangan sang misionaris” Sahut Holmes, Untuk kesekian kalinya Mr.Yohan terkejut, dia tak menyangka Holmes tahu tentang tulisan dari darah itu.

“Anda rupanya sudah sangat tahu detail perkara ini, mengapa anda tetap meminta saya menjelaskan hal yang sudah anda ketahui?”

“Tentu saja, saya juga tahu kalau ada bunga Lily yang akarnya masih basah tergeletak begitu saja di dekat jendela kecil di sisi kanan Altar. Dan tidak ditemukan sama sekali senjata yang digunakan untuk menembak kedua korban.”

“Anda pasti juga tahu kan kalau hanya jendela ventilasi yang hanya dapat dilewati kucing itu satu-satunya jalan keluar dari biara selain pintu biara, dan yang hanya dapat melaluinya hanya seekor kucing, di bawah jendela kecil itupun hanya tebing terjal, bisa keluar lewat sanapun si kucing akan langsung jatuh ke laut. Ayolah Mr.Holmes, jangan terus menpermainkian saya, anda pasti sudah tahu detail perkara ini kan?”

“Saya bahkan lebih tahu dari anda bahwa Diane seorang janda beranak satu saat dinikahi Ulrich, dan saya juga tahu siapa yang ditemui Joane di kota” Kata Holmes sambil menunjuk ke arah Yohan.

“Anda sangat hebat Mr.Holmes...”Mr.Yohan terlihat terkejut.

“Anda tidak perlu takjub begitu, ini bukan deduksi, lestrade yang memberi tahu saya, itu yang membuat anda dalam dilema bukan?”

“Saya yang mengajak Joane rutin menghadiri khotbah misionaris, Joane terlihat antusias untuk meninggalkan Paganisme tapi dia merahasiakan dari kedua orang tuanya. Beberapa hari sebelum kejadian itu, Joane ingin mengajak ibunya untuk datang, tapi dia takut ayahnya akan murka.Saat waktu kematian kedua korban, sang misionaris sedang berkhotbah di depan banyak orang, jadi mana mungkin dia membunuh keduanya?”

Holmes tersenyum dan suasanapun jadi hening.
“Saya tidak perlu buang-buang waktu ke Weymouth untuk kasus mudah yang bisa saya selesaikan sambil duduk di kursi malas saya...”

Bersambung ......
(Silahkan pecahkan case di atas dengan melanjutkan cerita ini di kolom komentar, pastikan Anda mengeluarkan bukti yang kuat agar tidak terjadi semacam tuduhan, jika sudah silahkan cocokan dengan FC Asli atau jawaban asli, jika jawaban Anda sekilas banyak kemiripan pada bukti maka Anda sudah benar.)

Kunci kasus tersebut adalah kejanggalan pada Livor Mortis, dalam case LM disiratkan dengan kata merah-ungu di bagian punggung keduanya dari sana disimpulkan kematian sudah lebih dari 3 jam. Dari LM tersebut bisa diketahui bahwa selama lebih dari 3 jam posisi kedua jenazah harusnya terlentang, bukan tengkurap seperti saat ditemukan warga. Ini membuktikan bahwa posisi jenazah telah diubah dari posisi semula. Dan satu-satunya orang yang bisa mengubah posisi jenazah keduanya adalah Joane. Saat masuk biara, Joane menemukan kedua orang tuanya dalam keadaan meninggal, si ayah tiri membunuh ibu kandungnya, jika dibiarkan seperti itu, maka Joane tidak akan dapat apa-apa karena jika Ulrich membunuh Diane berarti mereka otomatis bercerai karena pembunuhan, dan Joane tidak akan dapat sepeserpun sebagai anak tiri yang ibunya terhitung telah bercerai dengan Ulrich. Tapi berbeda jika seolah ada orang lain yang membunuh Ulrich dan Diane, maka Diane dan Ulrich tetap terhitung suami isteri sampai mati, dan meski anak tiri Joane tetap akan berhak mendapat warisan. Maka diapun menyusun rencana, dia mengubah posisi kedua mayat jadi tengkurap agar seolah dibunuh, dan membuang pistolnya ke laut melalui jendela, dia juga membakar tangan kanan Ulrich untuk menutupi residu tembak yang ada di tangan kanannya, dia juga menulis pesan dari darah dengan gaya tulisan misionaris, dia sangat mudah menirunya karena dia seorang pelukis, dan tentu saja dia tahu dan mudah ingat detail gambar maupun tulisan, dan mampu dengan mudah mempublikasikannya. Karena tangannya tercemar darah, Joane mengambil Vas bunga yang tentu saja berair, dia memakai air dari vas bunga untuk mencuci tangan, dan membuang Vas bunga itu keluar dari jendela, saat mencuci tangan dengan air dalamVas ada bunga lily yang terjatuh di lantai tanpa dia sadari. Setelah semua beres, Joane melanjutkan aktingnya memanggil warga dan bermain sebagai yatim piatu yang patut diberi simpati.

Sabtu, 29 Juni 2019

CHALENGE 9 : BOPOROMO SUBASUKI

CHALENGE 9 : BOPOROMO SUBASUKI


*CHALENGE 9 : BOPOROMO SUBASUKI

Sebenarnya tujuan saya pergi ke Kampung Ilmu adalah mencari buku-buku kiri untuk referensi cerpen “Sedjarah Merah” yang akan saya ikutkan di Antologi cerpen Detective.ID tapi karena tak menemukan buku kiri yang bagus saya akhirnya membeli buku karya Robert Fulghum yang berjudul" All I Really to know i learned in kindergarten dan buku karya Masaru Emoto yang berjudul “The Miracle Of Water”. Saya memang seringkali tak fokus mencari apa yang seharusnya saya cari, dan saya agak menyesal karena terbujuk hawa nafsu dengan membeli buku itu.

Saya duduk sejenak sambil menyedot es tebu di tepi jalan dan mencoba membuang jauh-jauh rasa menyesal karena salah beli. Saat bersantai saya memperhatikan pohon Bintaro yang tertanam sepanjang trotoar, saya berfikir betapa kejinya pemerintah kolonial belanda yang menanami sepanjang jalan semarang dengan pohon yang buahnya beracun, bagaimana jika ada anak yang tak tahu apa-apa tentang buah bintaro dan memakan buah yang jatuh dari pohon itu? Bukankah itu sangat berbahaya? Harusnya pemerintah mengganti Pohon Bintaro dengan tanaman yang buahnya bisa bermanfaat dan tidak berbahaya.

Setelah duduk dan minum es tebu sambil berfikir kritis, saya lanjut mencari buku di salah satu kios, disana ada buku-buku tua yang bahkan lebih tua dari buku-buku terbitan balai pustaka. Mata saya langsung jatuh cinta pada sebuah buku tua tanpa sampul, jadi buku itu telanjang bulat dan langsung menampakkan halaman judulnya. “Dua Penerus” judul yang sangat membuat penasaran sehingga saya langsung membelinya seharga lima ribu rupiah saja.

Sesampainya di rumah, saya malah membaca buku tua yang penulisnya tak jelas siapa daripada dua buku lain yang jelas karya penulis ternama. Butuh sekitar satu jam saja untuk membaca buku setebal 50halaman itu, ceritanya sangat menarik. 

Begini inti ceritanya :
Ada seorang Pemimpin padepokan bernama Boporomo Subasuki yang mempunyai dua orang anak, yang satu bernama Suro Subasuki dan yang satunya bernama Indro Subasuki. Keduanya sangat pandai dan bisa dibilang mewarisi ilmu dari sang ayah dengan sepadan. Boporomo Subasuki memberikan tugas pada kedua anaknya, masing-masing dua penerusnya itu ditugasi menebang dua pohon keramat di tempat yang berbeda, Indro Subasuki mendapat tugas menebang pohon di puncak bukit, sedangkan Suro Subasuki mendapat tugas menebang pohon di dekat pantai. Sebenarnya bukan pekerjaan sulit untuk menebang pohon, yang menyebabkan hal mudah tersebut jadi sulit adalah warga sekitar yang mengkramatkan pohon-pohon itu. Boporomo juga mengirim seorang telik sandi untuk mengawasi kedua putranya itu.

Telik sandi pertama melaporkan Suro, awalnya Suro mendapat penolakan dari warga karena Warga menyakini bahwa takdir mereka berkebun pisang, bukan sebagai nelayan, mereka menganggap pohon keramat telah membuat kebun mereka jadi subur jadi mereka menolak menebang pohon keramat, Suro tidak menyerah, dia memberi contoh dengan tindakan, dia menjadi nelayan dan mencoba sukses, dia juga membuat bahan makanan unik dan enak dari udang meski baunya agak menyengat, bahan makanan dari udang itu terkenal hingga daerah lain dan membuat Suro kaya, tapi itu tidak membuat masyarakat tertarik mengikuti jejaknya, hingga pada suatu hari pohon-pohon di kebun masyarakat banyak yang mati, juga pohon keramat yang mereka keramatkan, saat itulah Suro mengambil kesempatan untuk membujuk warga meninggalkan penyembahan pohon keramat. Boporomo penasaran bagaimana perkebunan warga dan pohon keramat bisa mati? Teliksandi itu menjawab karena kalah dengan bahan makanan buatan Suro.

Telik sandi kedua melaporkan Indro, sejak awal kedatangannya warga menyambut baik dan menerima ajakan Indro namun mereka takut ketika diajak menebang pohon keramat, karena menurut legenda barang siapa hendak menebang pohon keramat atau menggoresnya sedikit saja maka bencana akan datang, setelah beberapa lama merenung Indro menemukan sebuah cara, dia mengajak beberapa pemuda desa untuk memanjat pohon keramat dan mereka seperti bencengkramah diatas pohon, sang telik sandi tak tahu apayang mereka bicarakan diatas pohon karena dia mengawasi dari jauh, setelah setiap hari selama dua bulan mereka melakukan itu pohon keramat perlahan mengering, daunnya berguguran dan mati, Wargapun dengan mudah menumbangkan pohon keramat itu.

Boporomo tersenyum dan dengan mantap memilih Indro sebagai penerus.
(Coba Jelaskan bagaimana cara Suro dan Indro kok bisa membuat pohon keramat tumbang? Dan mengapa Boporomo memilih Indro? tulis jawaban kalian di kolom komentar dan jika sudah cocokan dengan jawaban Asli)


Pohon pisang warga beserta pohon keramat yang mereka puja tumbang karena air tanah disana tercemar oleh limbah hasil bisnis yang digeluti suro. Sedangkan Indro menumbangkan pohon keramat dengan cara mencaci maki pohon secara terus menerus, cara yang dilakukan Indro ini adalah metode nyata di kepulauan solomo dan pernah ada pembahasannya di buku karya Robert Fulghum yang berjudul" All I Really to know i learned in kindergarten”. Penjelasan ilmiahnya sendiri ada pada penelitian Masaru Emoto tentang The Miracle Of Water. Karena di dalam batang pohon ada air yang menjadi sumber kehidupan pohon, jika kualitas air itu buruk atau rusak karena cacian maka tumbanglah pohon tersebut. Boporomo tidak memilih Suro karena metodenya mencemari lingkungan, sedangkan Indro dipilih karena selain hanya menebang pohon keramat, dia juga mengajarkan bahayanya perkataan buruk.

CHALENGE 6 : LAPTOP PAK BERTO

CHALENGE 6 : LAPTOP PAK BERTO


*CHALENGE 6 : LAPTOP PAK BERTO

Saya memeiliki seorang paman yang bernama Roberto, meski beliau memiliki darah belanda, beliau tetap memegang identitasnya sebagai putra seorang wanita jawa. Paman Roberto adalah seorang penulis novel Thriller Detektif yang terkenal dengan nama “Pak Berto” jika kalian tahu novel “Bait-Bait Sandi Pasar Demit” pasti kalian tahu bagaimana Pak Berto sangat lihai memainkan misteri lewat imajinasinya. Suatu hari saya iseng ingin membuka laptop paman Roberto dan membaca tulisannya yang belum terpublikasi, tapi firasatku terbukti benar, Laptopnya di password, saya tak bisa login tanpa pasword, lalu saya coba minta Hint siapa tahu ada dan benar ada Hint untuk pasword laptop itu berupa sebuah puisi :

“I've Been Reading Books Of Detectives
Poe And His Dupin
Doyle And His Sherlock
Agatha And Her Poirot
Ranpo And His Akechi
And You Don't See Him Upon That List. Who Is Him?”


CHALENGE 6 : LAPTOP PAK BERTO

Saya jadi bingung dan mencoba merangkai dengan memadukannya dengan wallpaper login Screen yang hanya berupa latar putih dengan beberapa baris aksara jawa (Gambar Di Atas) Kira-kira apa ya passwordnya? ada yang bisa bantu?
(Bantu saya menemukan password laptop pak Berto dengan komentar dibawah ini)



JAWABAN CHALENGE 6
Kunci dari kode itu bisa di dapat dengan cara menerjemahkan angka yang ditulis dalam tulisan jawa ke dalam arabic number sehingga di dapati 14 16 31 38 47 51 52 53 58 79 93 95 105 106 118 . angka angka tersebut adalah urutan huruf pada puisi yang bila diambil sesuai urutan menjadi “Gosho And His Kudo” itulah password laptop pak berto

CHALENGE 5 : MISTERY SPOT


CHALENGE 5 : MISTERY SPOT


*CHALENGE 5 : MISTERY SPOT

Ada beberapa misteri di tempat kerja saya, misalnya ada suara orang berlari naik turun tangga tapi tak ada orang, ada yang mendengar namanya dipanggil seseorang dari lantai bawah padahal di bawah tak ada orang sama sekali, dan yang paling bikin merinding pernah ada kejadian sebuah ruangan tempat penyimpanan barang tidak dapat dibuka padahal tidak dalam keadaan terkunci, setelah di dobrak ternyata pintu ruangan itu terganjal barang-barang yang entah bagaimana seolah ditata menahan pintu dari dalam, padahal tak ada akses masuk keluar selain satu pintu yang terganjal barang-barang itu, Meskipun misteri-misteri itu menggoda untuk dipecahkan,tentu bukan hal-hal itu yg akan jadi pertanyaan kali ini karena bisa jadi terlalu ghoib untuk nalar kita, jadi kali ini saya coba menguji pengamatan para peserta sekalian untuk memecahkan misteri lain di tempat kerja saya, ada sebuah titik lokasi di parkiran tempat kerja saya dimana sering terjadi sepeda motor yang terparkir tiba-tiba terkunci setir, padahal di parkiran dilarang keras mengunci setir karena bisa mengganggu yg lain saat keluarin atau masukin motor. Pernah ada sampai tiga kali motor yg berbeda tiba terkunci setir saat diparkir di spot yang sama, sampai pemiliknya dipanggil ke parkiran untuk pindahin motornya, padahal si pemilik gak merasa mengunci setir motornya dan memang benar saat pemilik datang motor memang tidak di kunci setir(Gambar : 46 diatas adalah Foto nyata kejadian sesuai dengan TKP asli) Tidak hanya sampai disitu saja, beberapa hari yang lalu di tempat yang sama juga terjadi hal yang aneh, ceritanya saat saya hendak pulang saya ingin mengabadikan momen saat motor saya tinggal satu-satunya di tempat parkir itu,(Gambar 47 adalah gambar yang saya ambil waktu itu) eh malah kelihatan sebuah hal yang aneh, padahal mesin motor dalam keadaan mati dan kunci masih di tangan saya kok lampu belakang kelihatan menyala? Karena merinding saya langsung pulang dan menelpon pacar saya untuk menanyakan apakah dia sudah makan atau belom.

(Coba jelaskan secara logis bagaimana keanehan pada mistery spot diatas dengan komentar dibawah ini)



Sebenarnya motor tersebut memang tidak dikunci setir, tapi motor tersebut seolah dikunci setir karena ban depan motor terbentur tumpukan kardus di depannya (lihat gambar) hal ini terjadi karena kebanyakan orang memeriksa kendaraan dikunci setir atau tidak dengan menggoyang stang motor, karena terbentur kardus jadi stang motor seolah terkunci padahal tidak. Lalu tentang lampu belakang yang seolah menyala dalam gelap sebenarnya bukanlah lampu melainkan reflektor peka cahaya yang biasanya juga terdapat pada sepedabiasa. Jika dilihat bagian itu memang tak terhubung dengankelistrikan motor, reflektor itu seolah menyala karena saat memfoto saya menggunakan Flash sehingga seolah bercahaya karena reflektor itu memantulkan cahaya  dari flash kamera saya.

Metaltailaco

[Featured][recentbylabel2]

Rock & Metal

[Featuredl][recentbylabel2]
PENGUMUMAN
Setiap sabtu dan minggu, reward pulsa untuk pengirim postingan #SangPujangga terbaik
Done